,

bakso sapi [homemade]

3:15 PM



Adel, putri sulung saya, gemar sekali makan bakso. Padahal kalau ingat saat saya mengandung dia dulu, saya paling benci sama makanan yang satu ini. Tiap kali menghirup aroma kuah bakso dari gerobak tukang bakso yang lewat depan rumah, saya bisa langsung pusing, mual dan akhirnya muntah habis-habisan. Tak cuma itu, bahkan saya harus memalingkan muka atau memejamkan mata tiap kali melewati warung bakso saban berangkat dan pulang kantor. Tak hanya muak mencium aroma kuah bakso, saya juga mendadak mual dan pusing meski saya hanya membaca tulisan BAKSO yang tepampang di depan warung. 

Dan sekarang, anak yang saya kandung itu gandrung banget sama makanan yang berbahan dasar daging sapi ini. Namun semakin banyak kabar tentang bakso yang menggunakan bahan kimia berbahaya macam borak, STP, amoniak dll dalam pembuatannya, juga tidak halalnya daging yang digunakan, membuat saya khawatir untuk memenuhi keinginan si penggila bakso yang satu ini.

Borak atau pun zat-zat additive lainnya yang sering dipakai itu, memang kerap digunakan dalam adonan bakso sebagai 'obat' agar bakso terasa kenyal, elastis, renyah dan.... awet!. Meski pemakaian borak dalam jumlah kecil (1 gram per 1 kilogram pangan) masih dinyatakan aman untuk dikonsumsi, tapi tetap saja, tidak menggunakan bahan-bahan tambahan tersebut jauh, jauh, jauh lebih aman. Ya kan?

Dengan alasan inilah maka kemudian saya mencari tau bagaimana caranya membuat bakso sendiri di rumah, yang tentu saja tanpa tambahan bahan pengawet sedikit pun. Rupanya tak terlalu sulit untuk membuat bakso yang elastis, kenyal, empuk dan memiliki permukaan yang mulus. Setelah membaca tehnik-tehnik pembuatannya dari beberapa blog yang saya sambangi, akhirnya saya nekat membuat si bola-bola daging ini sendiri di rumah. 

Demikian resepnya.


Bakso Daging Sapi
Source : Just Try and Taste


Bahan:

- 500 gram daging sapi, pilih yang bebas lemak, potong kubus kecil
- 125 ml air es
- 2 sendok teh garam 
- 1 sendok teh kaldu bubuk
- 5 siung bawang putih, haluskan
- 3 siung bawang merah, haluskan 
- 1 butir telur
- 2 sendok makan tepung kanji/tapioka [saya pakai sagu tani]
- 1 1/4 sendok teh baking powder [saya pakai double acting] 
- 1/2 sendok teh baking soda
- 1 sendok teh merica bubuk
- 1/2 sendok makan minyak sayur 


Cara membuatnya :

- Siapkan daging sapi, buang lemak-lemak yang melekat. Potong bentuk kubus. Masukkan ke dalam food processor. 

- Proses hingga daging benar-benar halus dan tidak ada serat yang terlihat sama sekali. Bagian menghaluskan ini sangat penting, jika daging masih berserat maka akan terbentuk gumpalan saat bakso direbus, membuat bakso berbintil-bintil, tidak mulus dan tidak kenyal. 

- Tambahkan air es, kecap ikan, garam, bawang putih, kaldu bubuk, merica bubuk, bawang merah, telur, tepung tapioka, baking powder, baking soda dan minyak sayur sambil daging terus diproses hingga terbentuk pasta yang kental. Aduk hingga rata hingga bumbu tercampur dengan baik.

- Didihkan air dalam panci untuk merebus. Setelah air mendidih, matikan api.

- Ambil segenggam adonan bakso kemudian kepalkan tangan hingga adonan keluar melalui sela antara ibu jari dan telunjuk. Celupkan sendok ke air dingin (agar adonan tidak menempel pada sendok) kemudian angkat bulatan adonan tadi dengan sendok lalu masukkan ke dalam air panas dalam panci. Lakukan hingga semua adonan habis.

- Jika bakso sudah mengambang, kemudian nyalakan api sedikit apinya dan masak dalam air mendidih kecil hingga bakso benar-benar matang (kurang lebih 5 -10 menit)

- Siapkan air dingin dalam baskom, angkat bakso yang sudah matang dari panci dan segera masukkan ke dalam air dingin. Setelah dingin, tiriskan bakso.




Bakso homemade tanpa bahan pengawet ini hanya tahan 1 hari dalam suhu ruang, seminggu dalam kulkas dan 3 bulan dalam freezer.

Sejauh ini sih, saya cukup puas dengan bakso yang saya buat. Buktinya, dua putri saya demikian lahap saat menyantapnya. Jadi, gak perlu saya tungguin mereka makan sampai selesai. Gak perlu saya paksa-paksa mereka makan sambil membentak "ayo, habisin! HABISIN...!!" dengan satu tangan nangkring di pinggang dan sebelah tangan lagi menggenggam kemoceng sambil melotot. ^_^

You Might Also Like

2 comments